Debat Perdana 3 Calon Walikota Medan Digelar, Ketua KPU Medan: Jaga Kondusifitas dan Marwah

- Jurnalis

Sabtu, 9 November 2024 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, (NV) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menggelegar debat publik pertama pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Medan digelar di Hotel Four Point by Sheraton Medan Jalan Gatot Subroto No. 395 Medan, Sumatra Utara, Jumat (8/11/2024).

Acara debat publik dibuka oleh Ketua KPU Medan, Mutia Atiqah dalam sambutannya menuturkan debat publik akan digelar sebanyak 3 kali. tuturnya, tema debat publik pertama ini, “Mensejahterakan Masyarakat dan Membangun Daerah Kota Medan”.

Mutia menyampaikan bahwa pihaknya berharap ketiga debat publik yang akan dilaksanakan bisa berjalan dengan baik, kiranya bisa digunakan pasangan calon kepala daerah dalam mensosialisasikan visi dan misi masing-masing.

“Diharapkan masing-masing paslon yang membawa pendukung agar menjaga kondusifitas dalam ruangan begitu juga yang berada diluar ruangan, selain itu

Tujuan digelar debat dalam pemilihan wali kota adalah untuk memberikan kesempatan kepada para calon wali kota menyampaikan visi, misi, serta program kerja mereka kepada masyarakat. Debat ini menurut Mutia penting karena:

1.Memberikan Informasi kepada Pemilih: Debat membantu pemilih memahami perbedaan pandangan, strategi, dan prioritas tiap calon. Dengan begitu, pemilih bisa membuat keputusan berdasarkan informasi yang lebih jelas.

2.Menilai Kualitas dan Kompetensi Calon, Debat memungkinkan masyarakat untuk melihat bagaimana para calon merespons isu-isu penting di kota, kemampuan berkomunikasi, serta kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan.

3.Menguji Solusi untuk Permasalahan Kota: Dalam debat, calon-calon diminta untuk mengusulkan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi kota, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Ini menunjukkan seberapa siap mereka dalam mengatasi permasalahan konkret.

4.Menggali Kepribadian dan Etika: Pemilih bisa menilai integritas, ketegasan, dan karakter para calon melalui cara mereka berdebat, serta seberapa baik mereka bisa berargumen tanpa menyerang secara pribadi.

Baca Juga :  Respons Cepat Polres Simalungun, Dua Pelaku Pencurian TBS di PTPN-4 Bah Jambi Diamankan

5.Mendorong Akuntabilitas: Dengan menyampaikan program dan janji di depan publik, calon wali kota memiliki tanggung jawab moral untuk mewujudkannya jika terpilih, karena masyarakat bisa memantau janji-janji tersebut.
Secara keseluruhan, debat dalam pemilihan wali kota bertujuan untuk memastikan bahwa pemilih memiliki pandangan yang lebih baik terhadap calon-calon pemimpin mereka, serta menciptakan proses pemilihan yang transparan dan informatif.

Paslon Walikota Nomor Urut 1, Rico Waas menyampaikan visi paslon Rico-Zaki akan menjadikan Kota Medan, masyarakat yang bertuah-berbudaya-energik-ramah-tertib-unggul-aman dan humanis.

“Kami juga akan melanjutkan pembangunan yang baik agar menjadi sustainable development guna melanjutkan pembangunan diseluruh Kota Medan yang lebih maju, inklusif dan dapat bersaing dalam dunia global, membangkit UMKM untuk 1000 usaha secara mandiri meningkatkan produk lokal seperti contoh sepatu saya ini,” ujarnya.

Rico Waas juga menyampaikan Tujuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memberdayakan masyarakat. UMKM memiliki peran penting karena dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan mempercepat pemerataan ekonomi. Berikut beberapa tujuan utama dan manfaat dari UMKM

1.Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat: UMKM membantu menciptakan peluang usaha bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

2.Mengurangi Pengangguran: Dengan adanya UMKM, lebih banyak lapangan pekerjaan terbuka, yang membantu mengurangi angka pengangguran, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan di sektor formal.

3.Mendorong Inovasi dan Kreativitas Lokal: UMKM biasanya lebih fleksibel dan kreatif dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Ini memungkinkan munculnya inovasi lokal yang unik dan khas. (Indra Tanjung)

Editor : Red

Berita Terkait

APBD Kuansing Naik Jadi Rp 1,651 Triliun, Fraksi PKB Pertanyakan Tunda Bayar dan Utang Rp 50 Miliar
Polres Langkat Salurkan 100 Sak Material untuk Pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi
17 Ranperda Masuk Agenda DPRD, Pemkab Kuansing Percepat Pembahasan Regulasi
Kepala POLRI Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045
Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam
Kendaraan Dinas DPRD Dicurigai, Sekwan Sebut untuk Ketua, Juprizal: Data BPKAD, itu untuk Ajudan
Sikat Pelaku Curat-Curas dalam 2 Pekan, Polda Sumut dan Jajaran Ungkap 441 Kasus, Tangkap 485
Kapolres Binjai Terima Sertifikat Pelatihan Barista, Dorong Pengembangan Kompetensi Personel

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:14 WIB

APBD Kuansing Naik Jadi Rp 1,651 Triliun, Fraksi PKB Pertanyakan Tunda Bayar dan Utang Rp 50 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 22:10 WIB

Polres Langkat Salurkan 100 Sak Material untuk Pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi

Senin, 28 September 2026 - 21:16 WIB

17 Ranperda Masuk Agenda DPRD, Pemkab Kuansing Percepat Pembahasan Regulasi

Senin, 28 September 2026 - 19:08 WIB

Kepala POLRI Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Senin, 28 September 2026 - 19:06 WIB

Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam

Berita Terbaru