KAMPAR — Kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 008 Bandur Picak Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dinilai sangat memperihatinkan.
MBG yang disediakan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) banyak tersisa karena tidak bisa dikonsumsi oleh Siswa.

MBG diduga Nasi kurang masak dan beraroma basi. Sebagian Siswa membuang MBG ke Tong Sampah. Akibat kejadian ini, Orang tua Murid minta Program MBG Dievaluasi.

Puluhan siswa SDN 008 Bandur Picak Koto Kampar Hulu, tidak sanggup menatap MBG tersebut. Banyak tersisa akibat Nasi keras, bercampur butir beras yang kurang masak.
“Nasinya kurang masak, keras, Sayur yang beraroma bau dan basi, kami tidak sanggup makan, lalu kami buang sebagian ke Tong Sampah,” ungkap seorang siswa yang tidak disebut namanya kepada Awak Media nadaviral.com. Senin, (20/4/2026), sekira Pukul 09.30 WIB.

Awak Media hendak meminta penjelasan mengenai penyajian MBG tersebut, namun pihak SPPG mengaku sedang sibuk. “Kami sedang sibuk,” kata seorang wanita yang bekerja di dapur Badan Gizi Nasional (BGN).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pertanyaan resmi dari pihak BGN tingkat lokal terkait insiden ini. Awak Media masih mencari informasi demi berita yang akurat dan berimbang kepada publik. (*/Tim)
Editor : Red






















