MTQ Jadi Momentum, Bupati Afni Perkuat Komitmen Siak sebagai Kabupaten Santri

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUBUK DALAM – Bupati Siak Afni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperkuat identitas daerah sebagai Kabupaten Santri. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka MTQ XVI Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Tahun 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amin, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Jumat (2/10/2026).

MTQ XVI Kecamatan Lubuk Dalam berlangsung selama tiga hari, 2 – 4 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Dengan MTQ XVI Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Tahun 2026, Kita Jalin Silaturahmi Dengan Menumbuhkan Kecintaan Pada Al Quran di Tengah Kemajuan Zaman.”

Afni mengatakan, pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan agama serta membangun generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Afni juga menegaskan rencana Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperkuat identitas daerah sebagai Kabupaten Santri. Menurutnya, hal itu akan diwujudkan melalui penguatan pendidikan Al-Qur’an, pondok pesantren, pembinaan santri serta kegiatan keagamaan yang berkelanjutan.

“Di peringatan Hari Santri nanti bersama Kemenag, kami beriktikad ingin menegaskan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Santri. Seluruh kecamatan di Siak ini sudah ada pondok pesantren, kita tinggal patenkan saja,” kata Afni.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren di seluruh kecamatan menjadi modal penting untuk membangun lingkungan pendidikan agama sekaligus menyiapkan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an.

Komitmen tersebut, lanjut Afni, tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pembinaan yang berkelanjutan. Salah satunya dengan memperkuat peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Siak.

Afni mengatakan, sejak awal menjabat sebagai Bupati Siak, ia memberikan perhatian terhadap keberadaan LPTQ yang sebelumnya menjalankan aktivitas di sebuah ruko. Kini, kantor LPTQ telah dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif di pusat Kota Siak Sri Indrapura untuk mendukung pembinaan generasi Qur’ani.

“Kita berharap Al-Qur’an bisa dipelajari bukan hanya untuk menyambut MTQ saja. Kalau ada bapak ibu dari kecamatan jauh-jauh ingin belajar tentang Al-Qur’an, bagaimana membaca indah Al-Qur’an, belajar kaligrafi, semuanya kita laksanakan secara gratis,” ujarnya.

Baca Juga :  Rutan Kelas I Labuhan Deli Ikuti Apel Bersama Awal Tahun 2026, Menko Tekankan Integritas dan Implementasi KUHP Baru

Ia menegaskan, LPTQ harus menjadi ruang pembinaan kader secara berkelanjutan. Para peserta terbaik tidak hanya dipersiapkan ketika MTQ berlangsung, tetapi terus dilatih agar mampu membawa nama Kabupaten Siak di tingkat yang lebih tinggi.

Menurut Afni, upaya tersebut telah menunjukkan hasil. Dalam MTQ tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi, peringkat Kabupaten Siak disebut mengalami peningkatan. Salah seorang kafilah asal Kabupaten Siak kemudian terpilih menjadi bagian dari kafilah Provinsi Riau pada MTQ tingkat nasional di Semarang dan berhasil meraih juara II cabang Tartil.

“Alhamdulillah, salah satu kafilah MTQ dari Kabupaten Siak berhasil membawa juara dua tingkat nasional bidang Tartil,” katanya.

Afni berharap capaian tersebut menjadi pemacu untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an di seluruh kecamatan. Ia juga menitipkan pesan kepada para dewan hakim agar proses seleksi dan perlombaan dilaksanakan secara adil dan jujur sehingga menghasilkan kader-kader terbaik.

“Carilah kader-kader terbaik, karena kita akan melatih mereka secara berkelanjutan, bukan hanya untuk menyambut momen MTQ, karena Al-Qur’an harus ada dalam aktivitas kita sehari-hari,” tegasnya.

Bupati Afni menilai momentum Hari Santri nantinya menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas tersebut. Pemerintah Kabupaten Siak akan mendorong keterlibatan pesantren, Kementerian Agama, para kiai, nyai, ulama dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan.

“Kita ingin Siak dikenal bukan hanya karena sejarah dan budayanya, tetapi juga sebagai daerah yang hidup dengan Al-Qur’an, pesantren dan santrinya. Inilah yang ingin kita bangun bersama, agar identitas Kabupaten Santri tidak berhenti sebagai nama, tetapi benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat dan menjadi warisan bagi generasi Siak berikutnya,” pungkas Afni. (*/Inf)

Berita Terkait

Desi Guswita Soroti Kafe Remang-Remang Diduga Milik Bandot, Nama Camat Singingi Ikut Terseret?
Iklan Ucapan DPRD Kabupaten Rokan Hilir
Kapolres Kuansing Diduga Abaikan Laporan Kasus Intimidasi, Ketua DPD GRANAT Riau Kecewa!
Satreskrim Polres Binjai Bekuk Dua Orang Terduga Pelaku Curat dengan Nilai Rp 157 Juta
Polda Sumut Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Sita 244 Kg Sabu
Laporan GRANAT Kuansing Hampir 2 Bulan tanpa Progres, Penyidik: Jumat Depan, Memey Diperiksa
Wali Kota dan Wawako Salurkan Mesin dan Alat Pertanian kepada 13 Kelompok Tani
Bongkar Modus Judi Online, Ditressiber Polda Sumut Ungkap Peran SEO hingga Pengelola Situs

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Desi Guswita Soroti Kafe Remang-Remang Diduga Milik Bandot, Nama Camat Singingi Ikut Terseret?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:33 WIB

MTQ Jadi Momentum, Bupati Afni Perkuat Komitmen Siak sebagai Kabupaten Santri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Iklan Ucapan DPRD Kabupaten Rokan Hilir

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kapolres Kuansing Diduga Abaikan Laporan Kasus Intimidasi, Ketua DPD GRANAT Riau Kecewa!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Satreskrim Polres Binjai Bekuk Dua Orang Terduga Pelaku Curat dengan Nilai Rp 157 Juta

Berita Terbaru

Headlines

Iklan Ucapan DPRD Kabupaten Rokan Hilir

Sabtu, 3 Okt 2026 - 15:50 WIB