Pembangunan Infrastruktur Jalan Menjadi Fokus Utama Bupati Afni pada Musrembang RPJMD Provinsi Riau

- Jurnalis

Selasa, 1 Juli 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, (NV) — Bupati Siak, Afni Z menghadiri Musrenbang RPJMD Provinsi Riau tahun 2025-2029 yang dilaksanakan di Balai Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (30/6/2025).

Rapat Musrenbang RPJMD Provinsi Riau tahun 2025-2029 ini dipimpin langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid dan dihadiri oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Ir. Restuardy Daud, M.Sc,. CGRE, Direktorat PKDTTKD Bappenas Republik Indonesia, Anang B. Gunawan secara virtual serta Bupati se Provinsi Riau.

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menegaskan musrenbang bukan semata-mata hanya acara tahunan namun merupakan forum penting dalam menyatukan pemikiran dan komitmen untuk menentukan arah pembangunan di Provinsi Riau kedepannya.

“Di forum ini saya tekankan, pembangunan Provinsi Riau tidak bisa dibangun dengan cara yang biasa-biasa saja, namun kita dihadapkan dengan berbagai tantangan nyata mulai dari kesenjangan wilayah, ancaman lingkungan, dan perubahan iklim hingga ketergantungan ekonomi,” kata Gubri.

Gubri menambahkan, pendekatan pembangunan Provinsi Riau tidak hanya fisik, namun juga membangun sosial, budaya, ekologi dan keseimbangan antar wilayah.

“Pada RPJMD tahun 2025-2029 ini, kami mengusung Visi besar yaitu “Riau Bedelaw” yakni Riau yang berbudaya melayu, dinamis, ekologis, religius dan maju,” kata Gubri lagi.

Dalam kesempatan ini pula, Gubri Abdul Wahid menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam menurunkan emisi karbon sebesar 20 ton per tahun yang bisa dihargai sekitar USD 20 per ton, dengan potensi penerimaan mencapai Rp 4 triliun per tahun nya.

“Penurunan emisi karbon saat ini menjadi komitmen kita terhadap perjanjian Paris Aggrement, Negara-Negara maju terus mendukung Negara berkembang seperti kita ini, saat ini kita memahami berbagai masalah yang dihadapi Bupati di daerah karena kondisi fiskal, namun kita terus berusaha agar ke depan Provinsi Riau bisa kembali normal agar pembangunan bisa dirasakan secara adil dan merata,” tutup Abdul Wahid.

Sementara itu, Bupati Siak Afni Z dalam penyampaiannya mengatakan, Kabupaten Siak saat ini perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi terkait konektifitas infrastruktur jalan dari ibu Kota Provinsi ke beberapa Kabupaten, mulai dari KM 11 Tualang sampai KM 11 Koto Gasib yang rusak berat saat ini.

Baca Juga :  Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, DWP Rohil Gelar Peringatan Isra Mi’raj

“Kami Pemkab Siak tentunya berharap besar kepada Bapak Gubernur Riau terkait perbaikan jalan ini, karena Kabupaten Siak merupakan Kabupaten yang luas jalan terkecil se Provinsi Riau sekitar 4,10 persen atau 110,3 kilo meter,” kata Bupati Siak.

Sementara itu, Kabupaten Siak sendiri saat ini menjadi Kabupaten dengan penyumbang PDRB terbesar nomor 3 di Provinsi Riau dan setiap pertumbuhan ekonomi naik 1 persen Kabupaten Siak menyumbang PDRB sebesar Rp 590,7 miliar.

“Jadi, kami berharap kepada pak Gubernur terkait beban jalan ini di perpanjang untuk menjadi tanggung jawab Provinsi, dan kalau bisa kita usulkan untuk menjadi Jalan Nasional karena jalan KM 11 Tualang dan KM 11 Koto Gasib ini menjadi penghubung dengan beberapa Kabupaten. Kemudian kami akan konsultasi bersama Forkopimda untuk memasang portal terkait tonase ODOL,” ujarnya.

Bupati termuda di Provinsi Riau itu juga menambahkan bahwa, saat ini Pemerintah Kabupaten Siak telah mengajukan kawasan Istana Siak ke dalam kawasan Pariwisata strategis Nasional dan Sumber Daya Air serta Hutan Gambut untuk ekologi.

“Selanjutnya saya minta dukungan pak Gubernur perihal kami Kabupaten Siak saat ini telah mengajukan Istana Siak untuk masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional dan tidak kalah pentingnya kami di Kabupaten Siak ini lahannya mayoritas HTI dan HGU. Sedangkan lahan yang HPL hanya 813 ribu Hektar atau hanya 33 persen HPL dan 10 persen HGU. Jadi, kami mohon dukungan pak Gubernur untuk menuntaskan ini dan memberikan ruang kepada petani-petani kami yang sumber kehidupannya dari perkebunan, agar dikemudian hari tidak terjadi lagi konflik lahan,” tutup Afni. (**/Inf)

Editor : Bomen

Berita Terkait

Peduli Kasih, IPB Kunjungi Korban Laka Lantas, Asali Bawamenewi di Batam
Polres Binjai Tangkap Terduga Pengedar 8 Paket Sabu di Binjai Barat
Jawaban Pemerintah untuk Fraksi PKB Tak Dibacakan, Desi Tantang Satria Mandala Tunjukkan Dasar Aturannya
Nama ATHIA Diseret Isu Jatah PETI, Tim Investigasi Malah Temukan Puluhan Rakit di Belakang Mapolres Kuansing
KPU Riau dan Kejati Riau Perkuat Sinergi, Tandatangani Perjanjian Kerja Sama
Hanya dalam 24 Jam, Polda Sumut Ungkap 28 Kasus Curat dan 29 Tersangka
Polres TapUt Tangkap Pria Diduga Pengedar Sabu
Banjir Rendam Jalan Sumor bor-Tanjung Selamat, Polsek Padang Tualang Sigap Atur Lalu Lintas

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 00:47 WIB

Peduli Kasih, IPB Kunjungi Korban Laka Lantas, Asali Bawamenewi di Batam

Selasa, 29 September 2026 - 23:34 WIB

Polres Binjai Tangkap Terduga Pengedar 8 Paket Sabu di Binjai Barat

Selasa, 29 September 2026 - 23:27 WIB

Jawaban Pemerintah untuk Fraksi PKB Tak Dibacakan, Desi Tantang Satria Mandala Tunjukkan Dasar Aturannya

Selasa, 29 September 2026 - 23:24 WIB

Nama ATHIA Diseret Isu Jatah PETI, Tim Investigasi Malah Temukan Puluhan Rakit di Belakang Mapolres Kuansing

Selasa, 29 September 2026 - 19:37 WIB

KPU Riau dan Kejati Riau Perkuat Sinergi, Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Berita Terbaru