DUMAI, (NVC) — Workshop dan Pelatihan Jurnalistik yang digelar oleh PWI Dumai, pengurus PWI Riau, Raja Isyam menilai kegiatan seperti ini sangat relevan dan dibutuhkan di tengah dinamika dunia Pers yang terus berkembang pesat, terutama di era digital saat ini.
“Kami dari PWI Riau sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif PWI Dumai. Ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas wartawan, terutama dalam hal etika dan integritas jurnalistik yang kini menjadi tantangan utama,” ujar Raja Isyam.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara PWI di tingkat daerah dan Provinsi dalam membina Wartawan agar tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta mampu menghadapi tantangan disrupsi informasi dengan tetap menjaga independensi dan profesionalisme.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas pemberitaan dan kepercayaan publik terhadap Media,” tutupnya.

Seorang peserta dalam Workshop tersebut, Toga Tampubolon, dari Media Online NadaViral.com mengucapkan terimakasih kepada PWI Dumai yang telah menyelenggarakan kegiatan Workshop dan Pelatihan Jurnalistik tersebut. Disampaikan nya, dengan mengikuti kegiatan itu, ia mendapat tambahan pengetahuan tentang dunia Jurnalistik.
“Apalagi narasumber nya seorang Ahli Pers dari Dewan Pers, Mario Abdillah Khair dan Praktisi Jurnalistik, Cipto Setyawan, tentunya materi yang disampaikan mereka sangat besar manfaatnya bagi saya dalam menjalani profesi Wartawan sehari-hari. Saya makin tahu apa yang patut dan tidak patut dalam membuat satu berita. Terimakasih PWI Dumai dan Terimakasih Bambang Prayitno,” ucapan Toga Tampubolon dengan penuh kegirangan.

Begitu pula peserta lainnya, Patrik Tatang, dari Media Online Media Suara Mabes. “Dengan paparan materi Kode Etik yang disampaikan Bang Cipto tadi, saya juga jadi tahu apa saja etika profesi Wartawan itu. Sikap apa saja yang saya anggap selama ini tak masalah, ternyata, seperti yang disampaikan Bang Cipto tadi, ternyata merupakan pelanggaran KEJ. Terimakasih PWI Dumai, Terimakasih Ketua Bambang Prayitno. Kami nantikan Workshop berikutnya,” ungkap Patrik Tatang. (TT)
Editor : Bomen






















