Kuansing, RIAU — Berawal dari postingan Video hasil investigasi Wartawan tentang PETI di dalam kawasan Kebun Karet milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, baru-baru ini.
Lokasi Kebun Karet milik Pemda Kuansing tersebut, berada di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau.
Sosok seorang Wartawan inisial Jd, patut di apresiasi, karena turun langsung menunjukkan salah satu aktivitas PETI di beberapa titik lokasi kebun Karet milik Pemda Kuansing tersebut.
PETI tersebut masih beroperasi hingga saat ini. Bahkan, menurut keterangan Narasumber yang terpercaya menyampaikan kepada Wartawan lainnya inisial At, “Baiknya dikonfirmasi kepada pak Bupati saja,” kata Sumber.
Narasumber menyebutkan, di antara jumlah banyak PETI, ada dua unit Rakit diduga milik Bupati Kuansing yang saat ini di kelola oleh orang lain.
Sebagaimana pernyataan dalam Video itu, bahwa kegiatan PETI di dalam Kebun Karet milik Pemda Kuansing, dilakukan pada malam hari untuk menghindari reaksi APH dan Jurnalis.
Menindaklanjuti kasus ini, Awak Media NadaViral.com melakukan upaya konfirmasi kepada Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby. Kamis (12/2/2026), Pukul 09.52 WIB terkait informasi dari Narasumber bahwa, diduga ada 2 unit Rakit milik Bupati yang sedang dikendalikan orang lain dalam operasi PETI tersebut.
“Tangkap aja. Tak ada pengampunan bagi orang yang coba2 jual nama Bupati,” tegas Bupati Suhardiman pada Pukul 11.15 WIB menjawab konfirmasi nadaviral.com via pesan WhatsApp.
Menindaklanjuti pernyataan keras dari Bupati Kuansing, Awak Media ini kemudian melakukan upaya Konfirmasi kepada Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana pada Jumat, (13/2/2026).
Namun, sangat di sayangkan, konfirmasi tertulis yang diajukan Media ini melalui pesan WA pada Pukul 10.18 WIB, hingga ditelepon pada Pukul 11.03 WIB, AKBP Hidayat tidak mau merespon. ***






















