Kebrutalan PT. PHR Semakin Mengganas!!! Tidak Pedulikan Keresahan Warga dan Kerusakan Lingkungan

- Jurnalis

Jumat, 15 Maret 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siak, RIAU, (NVC) – Setelah warga  Rohil jadi korban kecelakaan atas tumpahan Tanah Urug milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama perusahaan Mitra Kerjanya, kini Giliran Warga Siak jadi korban kerusakan Rumah.

Marganda Siregar meminta pertanggung jawaban atas keadaan bangunan Rumah yang rusak parah dan Struktur Tanah longsor akibat Jarak Projek Wellpad Baru Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang sangat dekat.

Belum mendapatkan realisasi pertanggungjawaban atas bangunan rumah yang rusak parah dan struktur tanah yang longsor yang telah beberapa kali dimediasi oleh APH dan Pemerintah Kabupaten Siak, PT PHR tetap melanjutkan pengerjaan projek seakan ada kerjasama tanpa memprioritaskan hak-hak atas pemukiman masyarakat sekitar, Jumat, (15/03/2024).

Tidak ada persetujuan dari masyarakat sekitar, PHR tetap melanjutkan pengerjaan projek tanpa memikirkan keadaan lingkungan dan masyarakat.

Diketahui jarak projek PHR dengan bangunan rumah masyarakat kurang lebih dua puluh meter (20), hal ini tentu tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan atas pengerjaan projek.

Dimana semenjak projek PHR berlangsung sampai saat ini, keadaan bangunan rumah dan tanah masyarakat sekitar yang berjumlah sembilan (9) rumah mengalami rusak retak-retak dan bahkan salah satu rumah milik Marganda Siregar bukan hanya retak-retak, tetapi struktur pondasi tanah telah turun atau longsor.

Mandi Sipangkar dari lembaga pemerhati lingkungan hidup pun turut mengecam serta mengutuk atas ketidakadilan dari pengerjaan projek PHR yang tidak peduli dan tanggap akibat projek PHR tersebut.

Mandi Sipangkar juga mengatakan, “Rumah milik Marganda Siregar sudah berkali kali dicek, baik dari pihak PHR, kontraktor dan APH serta pemerintah, tetapi sampai saat ini kenapa tidak ada respon yang dapat dijadikan suatu pertanggungjawaban yang semestinya,” tegasnya!

Lanjut Mandi menjelaskan, tepat pada hari kamis,14 Maret 2024, sekira pukul.09.00wib, pihak PHR kembali melanjutkan projek Wellpad barunya dengan didampingi puluhan APH dari TNI dan kepolisian tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat sekitar, khususnya Marganda Siregar yang rumahnya paling dekat dekat projek tersebut.

Karena tidak mau bangunan rumah semakin hancur akhirnya Marganda Siregar bersama istri dan anak-anaknya langsung mendatangi ke lokasi projek dan Marganda Siregar meminta agar melihat kondisi bangunan rumah dan tanahnya yang rusak parah bahkan sudah longsor akibat getaran yang ditimbulkan oleh alat berat yang bekerja menanam pipa.

Baca Juga :  Peduli Warga Terdampak Banjir, Polres Rohil dan Jajaran Kumpulkan Donasi

Saat Marganda Siregar dan keluarganya mencoba meminta keterangan atas projek yang dilanjutkan, justru personil APH dari polres siak diketahui bermarga Panjaitan mencoba menghalang-halangi seakan mendesak Marganda Siregar untuk tidak menggangu pengerjaan projek PHR tersebut.

Marganda Siregar mengatakan ‘pada saat saya mendatangi operator alat berat untuk meminta keterangan atas pengerjaan, justru polisi bermarga Panjaitan itu datang kepada saya dengan bersorak memanggil woi…woi, jadi saya datangi saya bilang kalau bisa sopan lah dalam memanggil anda itu aparat kepolisian,” tegas Marganda.

‘Tak hanya tidak sopan dalam berkomunikasi, polisi diketahui bermarga Panjaitan itu memaki Marganda Siregar dengan bahasa Batak ‘bujang inam” yang artinya itu kata-kata makian yang tak layak dia lontarkan kepada saya, sementara saya sudah berkenalan dan mengatakan bahwa istri saya adalah Boru Silitonga yang merupakan borunya atau itonya polisi bermarga Panjaitan itu” nanti ini juga saya akan buka di kumpulan marga yang ada di Indonesia ini sesuai rekaman yang ada sama saya,” tambahnya.

Atas perlakuan personil kepolisian polres siak tersebut, Mandi Sipangkar mengecam keras dan mengatakan, “Kami akan usut atas perlakukan oknum polisi diketahui bermarga Panjaitan itu,” tegas Pangkar.
Ujarnya.

Mandi Sipangkar sebagai aktivis pemerhati keadaan berharap kepada seluruh instansi berwenang agar dapat memberikan keadilan kepada keluarga Marganda Siregar, dimana saat ini keluarganya dibayang-bayangi rasa takut berada dirumahnya, dikarenakan keadaan bangunan rusak yang hampir seluruh bangunan telah retak-retak dan lantai telah roboh.

Selanjutnya, kami juga akan sampaikan hal ini ke kementerian pusat terkait yang berada di jakarta jika permasalahan ini tidak dapat diselesaikan di tingkat pemerintahan provinsi riau, Pungkas Mandi.

Mandi juga meminta, agar pemerintah dan APH pro aktif dalam mendukung apa yang dialami masyarakat. “Dimana kepentingan masyarakat itu harus diutamakan dan diatas segala-galanya,” tutupnya. (Tim)

Editor: RedNV

Berita Terkait

KPPU Nyatakan Para Terlapor Tidak Terbukti Melanggar Pasal 22 Dalam Perkara Tender Geomembrane PHR
PETI Kembali Beroperasi Dekat Kantor DPRD Kuansing, Ketua DPRD: Saya Minta Segera Ditertibkan!!
Polisi Bantu Warga Terdampak Banjir di Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Gubernur, Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas
Bupati Afni Bidik Siak Run dan Half Marathon Menjadi Daya Tarik
Laporan Dugaan Intimidasi di Sekretariat GRANAT Kuansing, Memey Sudah Diperiksa, Tersangka Belum Ditetapkan?
Belasan Ribu Warga Tumpah Ruah, Bupati Zukri Tutup Malam Puncak Helat Pelalawan Ke-27
Kapolda Sumut Silaturahmi ke Kodam I/BB, Perkuat Sinergi TNI-Polri

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:05 WIB

KPPU Nyatakan Para Terlapor Tidak Terbukti Melanggar Pasal 22 Dalam Perkara Tender Geomembrane PHR

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:58 WIB

PETI Kembali Beroperasi Dekat Kantor DPRD Kuansing, Ketua DPRD: Saya Minta Segera Ditertibkan!!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Polisi Bantu Warga Terdampak Banjir di Langkat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Gubernur, Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Bupati Afni Bidik Siak Run dan Half Marathon Menjadi Daya Tarik

Berita Terbaru

Headlines

Polisi Bantu Warga Terdampak Banjir di Langkat

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:06 WIB