Logas Hilir — Dalam upaya mendukung program ASTA CITA Presiden Republik Indonesia terus dilakukan hingga tingkat desa.
“Salah satunya melalui pengembangan pekarangan bergizi yang kini mulai digalakkan di wilayah Desa Logas Hilir Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Riau).
Pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, jajaran Polsek Singingi melakukan pengecekan lahan pertanian tanaman cabai milik warga bernama Pak Doto di Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi.
“Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Singingi, AKP Azhari mengatakan, lahan seluas kurang lebih 6.000 meter persegi itu ditanami cabai yang tumbuh cukup baik dan dinilai memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar, Khususnya masyarakat Desa Logas Hilir.
Di tengah tingginya kebutuhan pasar terhadap cabai, keberadaan lahan produktif tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Logas Aiptu Andi Gunawan.
Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah,” ujar AKP Azhari.
“AKP Azhari menyebutkan, keterlibatan polisi dalam program pekarangan bergizi merupakan bagian dari upaya membangun sinergi bersama masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi,” tambahnya.
“Menurutnya, program pekarangan bergizi memiliki manfaat jangka panjang karena selain mendukung ketersediaan pangan, juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Melalui pengelolaan pekarangan bergizi ini diharapkan dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya warga Desa Logas Jika dikelola serius, hasilnya tentu dapat dirasakan langsung oleh warga,” katanya.
“Ia juga berharap langkah yang dilakukan Pak Doto dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya agar memanfaatkan pekarangan maupun lahan kosong untuk ditanami komoditas pertanian yang produktif.
Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil. Jika masyarakat mau menanam dan memanfaatkan lahannya, maka itu sangat membantu kebutuhan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga,” tutupnya. (*/SN)






















